Bangkai Tikus
Hari ini saya keluar, sampai di jalan, ketemu tikus mati alias bangkai tikus. Kemarin saya meluncur di jalan dengan kuda besi, ketemu tikus mati. Mungkin besok, mungkin lusa. Begitu terus. Entah sampai kapan.
Saya belum tahu pasti kenapa orang membuang tikus mati di jalan. Mungkin, ini mungkin, karena tidak ada lagi lahan untuk mengubur tikus. Yang ada hanya jalan. Dengan harapan bangkai tikus akan digilas roda kendaraan dan sirna lebur dengan debu ataupun air hujan.
Ketika seluruh tubuh tikus hancur, di musim kemarau, daging tikus menjadi debu. Debu terbang bersama angin, mampir di makanan, dimakan manusia. Manusia makan tikus. Ketika seluruh tubuh tikus hancur, di musim hujan, daging tikus hanyut dengan air. Masuk ke selokan. Ada yang tertinggal di jalan. Mungkin, ada yang disuling.
Di dunia lain, di sebuah pojok, tampak dua arwah tikus yang nota bene adalah mantan bangkai sedang bercakap-cakap.
“Man, aku iri sama manusia” kata salah satu tikus.
“Kenapa?” tanya yang satunya.
“Waktu itu aku hanya masuk ke dapur seorang warga. Ada ikan, kemudian aku makan. Besoknya datang lagi. Sial. Kali ini si warga pasang perangkap. Aku terjebak. Masih dalam perangkap, aku diambil, dimasukkan ke got sampai aku kehabisan napas. Kemudian aku dibuang di jalan. Datang mobil mewah, aku digilas. Aku hancur.”
“Terus kenapa kamu iri dengan manusia?”
“Aku hanya mencuri ikan goreng, tapi nasibku seperti yang aku jelaskan. Ada yang lebih dari aku, mengambil uang rakyat. Tapi … hanya dihukum 1 2 tahun penjara saja. Bahkan ada yang bebas.”



ya eya laaah tikusnya berdasi, makany kalo mo nyolong pake dasi dolo
dasar tikus!
eh tikusny kok masih gentayangan yaw
hii sereem
NaSHeR
May 2, 2008
waduh..
jadi inget si ghatel dulu2 itu mosting tentang tikus..
tonosaur
May 2, 2008